Sabtu, 07 Februari 2009

Mimpi jadi Bupati


Mimpi jadi bupati, saya selalu jadi diketawakn istriku, ketika aku bercerita senadainya aku menjadi bupati, menurutnya aku kecil kemungkinanya saya menjadi bupati, alasannya : saya masih banyak tidur dan makan dari pada bekerja, suatu alasan yang dapat saya terima, karena memang begitulah kenyataanya, salah satu penyakit yang saya sulit mengendalikan adlah tidur dan makan, sebenarnya ada satu penyakit lagi yang istri saya juga tahu tapi tidak berani mengungkapkanya yaitu suka melihat wanita cantik, ya ini sebenarnya udah jalan maksiat, dan meracuni hati dan ini harus di kurangi step by step.


kembli pada masalah bupati, saya hanya tersenyum dengan cuek mengatakan , " dalamnya laut dapat diduga nasib orang kedepan siapa tahu?"


Sebenarnya, kalau boleh objektif, peluang untuk kearah sana ada, dan lumayan besar, tapi bukan di Pontianak, saya harus balik dulu ke kampung saya, tahun 2014 nanti. saya sadar sekali bahwa perjuangan kearah sana bukan perjalanan yng mudah. ya kalau kalau disini siapa yang mau mencalonin saya, pejabat bukan, oarang kaya bukan, ustad juga bukan, jadi tak ada alasan orang untuk mencalonkannya. tapi kalau dikampung saya, walau say akui ini agak promordial sedikit, yaitu putra daerah asli, walaupun makna putra daerah ini kabur, siapa sih yng disebut putra daerh? ndak jelas, apakah tempat kelahiran, atau tempat bermukim?


tapi bagaimanapun juga di Sumatra khusunya dikpung say, modal ini masih laku. di perkampungan yang tingkat kekeluragaan sangat tinggi, dalam satu kecamatan sangat jarang orng tidak kenal dengan kita.


tapi benar atau tidaknya saya maju tahun 2014 nanti, wallahu'alam, yang jelas saya tidak akan mengemis untuk dicalonkan karena jabatan bukan tujuan, tapi alat, yang jelas saya akan berusaha untuk pindah kerja ke Kabupaten Dharmas raya paling lambat tahun 2012., makanya saya ngmbil S2 sekarang, supaya awal tahun 2010 selesai, setalah itu tinggal ngumpulin modal untuk balik kampung.


jangan terlalu yakin dengn tulisan ini, karena ini hnya mimpi jdi bupati, ya minimal jadi bupati ketoprak kwakhhaahahaaaa.

kata Abang saya dikampung, ada satu partai yang menyebut-nyebut nama saya untuk dijadikan minimal wakil bupati, aku sih syukur alhamdulillah aja, artinya saya masih dipertimbangkan, walaupun disini masih jadi pecundang...


mungkin ada beberapa pertimbangan dari partai tersebut mempertibangkan nama saya, pertama saya mempunyai keluarga besar sanak saudara yang tersebar dibeberapa kecamatan, kedua abang kandung sayayang pengusaha adalah penasehat partai tersebut, ketig dari segi pendidikan juga cukup memadai, S2 Untan cing...., 30 juta walaupun nyicil.


cuma permasalahannya adalah apakah say siap untuk tampil bila diminta, karena say sekarang ini jangankan mau mengatur kabupaten dengan segala persoalannya, mengatur diri aja belum beres, gimana pula mau jadi bupati..


ya sih masih ada waktu sekitar 5 tahun lgi untuk melakukan perubahan, tapi kalau tidak dimulai dari sekarang, behaviour itu tdk akan berubah, malah akan menjadi habit and hobby, ya lah kalau positif klau negatif apa ndak ancor lebor


tapi ada pameo, cita-cita itu dimulai dari mimpi, jadi tau tdakkite lihat jak nanti


mimpi

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda