Sebuah Pilihan yang menentukan sejarah hidupku
Permasalahan pindah ini belum juga selesai, sementara sya sudah tidak tahan lagi segera hengkang dari kantor ini, saya menyadari bahwa saya orang yang tidak ngotot, sehingga rencana saya sering gagal karena saya lemah, seharusnya sewaktu di Jkt saya mengatakan kalau tidak diberi izin pindah maka saya akan mengundurkan diri, supaya dia tahu kekerasan hati saya. terapung-apunng selama 7 bulan lagi terasa sangat berat, kecuali memang tak punya pilihan, saya bukan tipe orang yang mau terima gaji tapi tidak kerja. di Sumatra Barat sana masih banyak yang dapat kulakukan. hati saya sebenarnya mengatakan sebaiknya saya mundur jadi pegawai negeri, tapi keputusan itu haruslah secara matang saya buat, saya tidak mau nantinya menyesal,kalau saya berhenti jadi PNS, kalau saya gagal nantinnya, banyak yang bisa saya lakukan. untuk memperbaiki kampung saya..
ada beban di kepala saya, untuk membyar perjalanan haji, tapi saya yakin ini bisa sya lakukan nantinya dan saya yakin bahwa perjuangan ini harus saya lakukan. saya harus menjadi orang yang fokus dan tidak separoh-paroh dalam usaha ini
kalau saya buka usaha taanpa PNS, maka saya akan menyediakan waktu saya lebih banyak untuk usaha dan membangun cita-cita saya, saya tidak akan terkekang lagi. cuma ada beberapa kunci yang harus saya pertanyakan pada Bang Arman, berapa dana yang dia siapkan untuk membuat usaha ini, maunya saya adalah satu mobil pick Up L300 dan modal 200 juta untuk langka awal.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda