Melihat realita

kalau diikutkan nafsu, saya sudah berada di Tanjung Gadang saat ini, dan melupakan semua yang yang di Pontianak, tapi kalau dianalisa secara jernih, saya pergi kampuang dan berhenti jadi PNS, terus kehidupan saya akan tergantung sama saudara, sementara orang yang tempat bergantung sudah punya tanggungjawab untuk keluarganya sendiri, sementara bisnis yang direncanakan tidak juga dimulai, atau mungkin bulan 10 nanti, sementara bulan 8, 9 dan bulan 10 saya mau kemana, apakah saya akan kerja dengan saudara saya yang lain, apakah ini tidak suatu kebodohan, sementara bisnis belum siap, kita udah berhenti jadi PNS, saya tidak berfokus pada apa yang saya miliki. saya yakin bisnis toko itu nantinya juga tidak langsung besar dan ramai, perlu tahap pengenalan dan promosi, sehingga saya masih bisa kekantor dari pagi sampai siang, sementara sore sampai malam sya akan di toko.
Memang pahit, karena saya sudah berkata kemungkinan besar saya akan keluar dari PNS, pada TU, saya akan dinilai orang tidak punya pendirian atau lemah atau ragu, tapi ini lebih baik dari pada saya menyesal seumur hidup. saya harus punya planning sendiri tentang masa depan saya, dengan tetap menjadi PNS di kampuang, saya masih punya pijakan dan tidak bergantung pada orang lain. saya akan menata hidup saya secara bertahap,. terimakasih Allah engkau telah menyelamatkan hidupku dari suatu keputusan yang salah, mungkin ibuku benar, bahwa saya jangan berhenti dulu jadi PNS, sebelum usaha toko itu jelas ada.
