Kunci Mencari jati diri
Tujuan sudah terlihat dengan jelas, walupun spot itu sudah terang bentuknya, tapi tidak mudah untuk menggapainya apalagi mengendarianya sesuai keinginan, jalan kearah sana begitu sulit, kerikil tajam, jurang yang curam dan penuh dengan binatang buas. aku tercenung sejenak dibawah pohon ini, akankah aku sampai disana, atau aku akan tewas dalam perjalanan atau aku berbalik arah dan balik sebagai pecundang.
Tidak, tidak. aku tidak mau berbalik arah, aku sudah separoh perjalanan, tangan-tangan orang kampungku telah melambai, aku tidak mau mengecewakannya, aku harus sampai disana walaupun aku harus kehilangan nyawa, aku akan mati sebgai perwira bukan sebagai pengecut disini.
aku sudah merenung dan menerawang aku ini siapa, ternyata aku adalah hamba Allah yang punya potensi untuk melakukan perubahan. aku rindu kawan-kawan yang memberikan semangat dan mengatakan aku bisa, aku rindu seorang yang membawa damai waktu aku dalam kesusahan, aku rindu belaian ibuku sambil bercerita tentang masa perang PRRI, dimana ayahku lari ke Pekanbaru.
Aku rindu pada teman-teman masa kecilku dulu, yang sekarang entah kemana, maaf dulu saya pernah berjanji akan pulang membangu kampung, sejarah itu ada dalam hatiku, bila hatiku kuat maka sejarah akan mencatat begitu juga sebaliknya

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda