saat kita harus memilih
dek
kerikil itu terlampau tajam untuk dipijak
jalan itu terasa makin samar
sementara mimpi juga telah berbeda
dek
aku sudah berusaha berkorban
harta, perasaan dan harga diri
supaya tetap terus bertahan
hati dan mental telah remuk redam
walaupun bibir tersenyum
aku telah menjadi pecundang
sesuatu yang tak pernah kubayangkan
tapi sekarang
demi keyakinan dan perjuangan
aku harus memilih
walaupun pilihan kita tak sama.
lanjutkanlah mimpimu
sementara aku juga akan menapaki cita-citaku
hidup ini hanya sekali
saya tak mau punya takdir
pecundang selama hidup
biarkanlah aku pergi untuk sebuah perjuangan jihad

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda